Isi Semangat Juang Kemerdekaan, PonPes ALMATERA Selenggarakan Muhasabah Malam dengan Pendekatan Nilai Surat An-Nisa’ Ayat 9

Magelang-Selasa, 17 Agustus 2021. ORSIA (Organisasi Santri Islam ALMATRA 4) Santri Putra menyelenggarakan Muhasabah Malam dalam menyemarakkan hari jadi negeri ini yang ke-76 dengan Pendekatan Nilai Surat An-Nisa’ Ayat 9. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, dari kapasitas kepanitian ORSIA bersinergis dengan segenap kesantrian dan rekan-rekan KOKAM (Komando Kesiap Siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) ranting Kaliabu. Sedangkan untuk peserta Muhasabah Malam diikuti oleh seluruh santri putra sebanyak 18 personil yang masih kelas 7 & 8, sehingga untuk kelas 9 masuk dan berperan serta dalam kepanitiaan.

Kemudian apa kaitannya dengan nilai yang terkandung dalam Surat An-Nisa’ Ayat 9 yang menjadi landasan kegiatan Muhasabah Malam ini ! Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar (QS. An-Nisa’ Ayat 9). Dari ayat diatas dapat kita pahami bersama bahwa para segenap satri ALMATERA harus dipersiapkan untuk mengamban amanah tonggak perjuangan persyarikatan, umat dan bangsa, sehingga ada langkah yang harus dipersiapkan untuk menyiapkan generasi penerus yang kuat bukan lemah, kuat diberbagai sektor antara lain: ekonomi, iman (akidah), ilmu pengetahuan, mental dan akhlak mulia. Sehingga muatan kegiatan ini disiapkan sedemikian rupa dengan pendekatan pedagogi yang tentu telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi santri tersebut.

Susunan serangakian kegiatan muhasabah islam terdiri dari: kegiatan diawali oleh peyampaian materi ke-Tauhidan oleh Ustadz Ryan pada pukul 20.30 hingga 22.00 WIB yang bertepatan di dalam Masjid Al-Mujahidin, dirasa sudah cukup muatan materi disampaikan lantas seluruh peserta dipastikan untuk beristirahat, karena pada pukul 01.00 dini hari seluruh santri untuk menjalankan sholat tahajud. Kemudian keseluruhan peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti intruksi dari Ustadz Dimas di Pos pemberangkatan sesi padang bulan.

Sesi padang bulan ini merupakan puncak dari acara Muhasabah Malam dikarenakan dari segi persiapan yang cukup menyita tenaga, karena jarak tempuh perjalanan ke Dusun Tobong, Desa Margoyoso yang cukup jauh dari kompleks perguruan muhammadiyah kaliabu. Sehingga perlu meminta izin terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar. Yang menariknya ternyata ketua RT tersebut merupakan salah satu wali santri putra dari santriman Putra & santriwan syariful muna. Sehingga kedatangan kami disambut dengan hangat dan ramah.

Dari 18 santri tersebut dibagi menjadi 9 kelompok, sehingga kelompok terdiri atas 2 santri. Kemudian mereka harus mengikuti berbagai intruksi yang diberikan di 6 POS yang sudah ditentukan. Sepanjang perjalan sangat minim akan penerahan sehingga sudah difasilitasi setiap kelompok sebuah lilin beserta dengan korek api, sedangkan sebagai penunjuk jalan sudah dinyalakan beberapa lilin. Tidak berhenti disitu saja disetiap interval POS terdapat POS bayangan dari rekan-rekan KOKAM yang ikut serta dalam memantau  dan mengamankan jalannya muhasabah malam. Yang cukup menariknya lagi yakni ada tugas tambahan pada pos bayangan untuk menakuti setiap kelompok yang melintasinya. Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan untuk menumbuhkan rasa keberanian mental dan spiritual setiap santri.

Dokumentasi Latihan Mengkafani Jenazah

POS pertama atau pemberangkatan dipandu oleh Ustadz dimas & Santriwan Rajif. Kemudian POS 2 memberikan tugas untuk membaca dzikir disepanjang perjalan yang dipandu oleh Ustadz Huda & Santriwan Zaka. Pemaparan materi mengenai seputar Jin dilaksanakan di POS 3 yang dipandu oleh Ustadz Ryan bersama dengan santriwan Deni. Berlanjut di POS 4 bertemu dengan Ustadz Farid & Santriwan Bima yang memberikan pemahaman mengenai cara mengkafani jenazah dengan alat peraga boneka dan kain mori. POS 5 bersama dengan Ustadz Vani dan Santriwan Althaf memberikan penugasan untuk menyebutkan dan menyanyikan lagu wajib Indonesia, hal ini guna meningkatkan rasa Nasionalisme dan patriotisme di kalangan santri. POS 6 atau terakhir mengujian fisik oleh Ustadz Pur dan Santriwan Fatih.

Dalam pelaksanaan padang bulan berjalan 2,5 jam atau dimulai dari pukul 01.30 hingga 04.00 WIB. Masih ada beberapa waktu yang tersisa sebelum azdan subuh berkumandang yakni dimaksimalkan segenap kepanitiaan dan peserta muhasabah malam untuk sekedar beristirahat dan menikmati secangkir teh hangat, walaupun suhu lingkungan sekitar yang cukup dingin. Seusai sholat jamaah subuh dilaksanakan diisi kembali penguatan wawasan keagamaan oleh Ustadz Ryan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.